“wahai angin sampaikan salamku pada (…)”
Tanyakan padanya apakah dia masih mau berjumpa denganku..??
Apakah ia masih memikirkan diriku..??
Bukankah telah kukorbankan kebahagiaanku demi dirinya..??
Hingga diri ini terlunta-lunta, sengsara di padang pasir gersang.
Wahai kesegaran pagi yang murni dan indah..!!
Maukah engkau menyampaikan salam rindu pada (…).
Belailah rambutnya yang hitam berkilau
Untuk mengungkapkan dahaga cinta yang memenuhi hati ini
Wahai angin, maukah engkau membawakan keharuman rambutnya padaku
Sebagai pelepas rindu ini
Sampaikan pada gadis yang memikat hati itu
Betapa pedih rasa hatiku jika tidak bertemu dengannya
Hingga tak kuat lagi aku menanggung beban kehidupan
Aku merengkak melintasi padang pasir
Tubuh berbalut debu dan darah menetes
Air mataku pun telah kering
Karena selalu meratap dan merindukanmu
Hatiku telah dikuasai oleh pesona jiwamu
Engkau laksana dewi dalam gemilang cahaya
Surgapun akan tertarik untuk mencuri segala keindahan yang engkau miliki
Karena engkau terlalu indah dan berharga untuk tinggal dibumi
Duhai (…), dirimu selalu dalam pandangan
Siang selalu kupikirkan, dan malam selalu menghiasi mimpiku
Hanya untukmu seorang aku rela menahan kesedihan dan kehancuran
Jeritanku menembus cakrawala
Memanggil namamu sebagai pengobat jiwa penawar kalbu
Dan demi rasa cintaku yang mendalam aku rela berada di puncak gunung salju yang dingin seorang diri
Berteman lapar, menahan dahaga
Wahai pujaanku, hidupku yang tidak berharga ini, suatu saat akan lenyap
Tetapi biarkan pesonamu tetap abadi selamanya di hatiku
Bagaimana mungkin aku tidak gila..??
Bila melihat gadis bermata indah itu
Mengapa hatimu wahai rifal..??
Mengapa engkau mencintai gadis
Sedang engkau tidak melihat harapan denganya..??
Cinta, kasih dan sayang telah menyatu
Mengalir bersama aliran darah ditubuhku
Cinta bukanlah harapan dan ratapan
Walau tiada harapan, aku akan tetap mencintai (…)
Aku tak mampu melepas diri
Sampaikan salamku kepada (…), wahai angin malam
Katakan, aku akan tetap menunggu
Hingga ajal datang menjelang
Wakakaka… puisinya terlalu berlebihan banget…:)
jgn dibawa serius…!! nikmati hidup, walau apa yang kita inginkan tak selamanya dapat diraih.
Terinspirasi oleh novel layla majnun…
oiiiii. . . . . . . ..
kimmaii luu iie.
awazz jh luu. .kluu mppe futtu” gua kesebarr !!
i will kill u